Kamis, 03 September 2020

3.3 Menganalisis Struktur, Isi, (permasalahan, argumentasi, pengertahuan, dan rekomendasi) Kebahasaan Teks Eksposisi yang Didengar dan Dibaca

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang mengandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Pendapat lain menyatakan bahwa Teks Eksposisi adalah jenis atau ragam teks yang memiliki fungsi menyampaikan gagasan-gagasan berupa pemikiran tentang suatu topik. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi.

 

Ragam teks Eksposisi ini sering digunakan dalam konteks komunikasi sehari-hari secara lisan, maupun tulisan. Misalnya, ketika kalian melakukan diskusi dalam forum seminar, seseorang yang menyampaikan argumen dalam debat pendapat dan sebagainya.

 

Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. Teks Eksposisi layaknya teks yang lain, yakni memiliki struktur.

 

Tujuan Teks Eksposisi

  • Adalah Untuk menjelaskan informasi tertentu supaya dapat menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

 

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Adapun ciri-ciri teks eksposisi yang diantaranya yaitu:

  • Berisi informasi dan pengetahuan
  • Bentuk penulisannya lugas, padat, singkat, dan jelas
  • Menggunakan bahasa baku (bukan bahasa gaul)
  • Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.
  • Teks eksposisi bersifat objektif dan netral.
  • Penjelasannya disertai data-data yang akurat.
  • Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi.
  • Umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana

 

Selain mempunyai ciri-ciri, teks eksposisi juga memiliki unsur-unsur dalam penulisannya. 

·         Gagasan atau ide (opini/pendapat)

Gagasan biasanya berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, dan bujukan. Gagasan inilah yang mendasari penulis dalam menuliskan buah pemikirannya. Misalkan kamu punya ide untuk membahas seberapa besar kandungan garam yang ada di pantai Pok Tunggal, Gunung Kidul. Gagasan ini membuatmu menulis. Masalahnya, gagasan tersebut harus didukung oleh data dan fakta. Fakta inilah yang menjadi unsur kedua. 

·         Fakta

Fakta biasanya berupa kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Fakta tidak harus berupa angka. Kamu bisa mengutip perkataan ahli untuk memperkuat gagasan yang ingin kamu sampaikan. Namun, jangan lupa untuk memberikan catatan kaki atau daftar pustaka supaya kamu tidak terjerat plagiasi. 

 

Struktur Teks Eksposisi

Adapun struktur teks eksposisi yang diantaranya yaitu:

1.  Judul

Judul hendaknya menggambarkan sesuatu yang dibahas dalam teks Eksposisi. Judul hendaklah ditulis dengan kata-kata yang singkat, menarik dan sarat akan makna.

2.   Pernyataan Umum atau Tesis

Bagian ini berfungsi untuk memperkenalkan topik sekaligus menempatkan pembaca pada posisi tertentu. Karena dengan teks yang digunakan penulis itu ingin mengemukakan pendapat, maka pembaca bisa berada pada posisi yang sependapat atau pada posisi yang bersebrangan dengannya.

3.        Argumentasi atau alasan

Bagain dari teks Eksposisi adalah argumen atau alasan. Panjang dan pendeknya bagian ini tergantung pada jumlah argumen yang telah kalian kenalkan secara garis besar di dalam pernyataan umum, kemudian kalian menyebutkan ulang dan menjabarkan argumen tersebut dalam paragraf-paragraf. Pengembangan argumen menjadi paragraf ini dilakukan melalui penyajian contoh dan alasan.

4.        Penegasan Ulang Pendapat (Simpulan)

Pengulangan tersebut dilakukan dengan berdasarkan pada argumen yang telah disajikan di dalam bagian sebelumnya. Pengulangan opini bersifat pilihan, sehingga tidak semua teks Eksposisi mempunyainya.

 

Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Adapun jensi-jenis teks eksposisi yang diantaranya yaitu:

  • Eksposisi defini yaitu suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik tertentu.
  • Eksposisi proses yaitu langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.
  • Eksposisi ilustrasi yaitu teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu.
  • Eksposisi laporan yaitu paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu.
  • Eksposisi perbandingan yaitu eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan dengan yang lain.
  • Eksposisi pertentangan yaitu eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya.

 

Langkah-langkah menulis teks eksposisi, sebagai berikut.

  • Menentukan topik yang akan disajikan

Langkah pertama yang harus dilakukan saat membuat teks eksposisi adalah menentukan tema. Dengan menentukan tema, pada saat menulis kita lebih terfokus pada tema tersebut sehingga dapat lebih menjiwai tulisan yang dibuat. Adapun sifat topik-topik yang dikembangkan dalam teks eksposisi, sebagai berikut.

  • Menentukan tujuan eksposisi

Setelah menentukan topik yang akan dipaparkan, kita harus memiliki tujuan yang nantinya akan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pembaca.

  • Memilih data yang sesuai dengan tema

Setelah menentukan tema dan tujuan penulisan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data atau bahan yang diperlukan dalam penulisan teks eksposisi. Bahan dapat diperoleh dari buku, majalah, pencarian di internet, surat kabar, maupun wawancara langsung.

  • Membuat kerangka karangan

Sebelum pembuatan karangan eksposisi, terlebih dahulu membuat kerangkanya secara lengkap dan sistematis.

  • Membuat Pembahasan dengan mengembangkan kerangka karangan

Setelah kerangka karangan tersusun, mengembangkan secara lebih lengkap lagi agar ciri-ciri eksposisi dapat tersalurkan, eksposisi yang bersifat informatif, objektif, dan logis. Dalam karangan ini, pengarang lebih menjelaskan maksud dari topiknya itu dengan menyertakan bukti-bukti yang konkret sebagai penunjang dari pembahasan itu.

  • Membuat simpulan

Sesuai dengan tujuan menuliskan sebuah karangan eksposisi, kesimpulan harus sejalan, bahkan harus memperkuat tesis tersebut.



Referensi

1.   Suherli, dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X Revisi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2.  Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X Revisi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
3. Kosasih, E. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indoneisa SMA/MA/SMK. Bandung: Yrama Widya
7.   Dari berbagai sumber

Sabtu, 22 Agustus 2020

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

3.2 Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi


Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

1. Menggunakan Kalimat Definisi (Kata Kopula)


Laporan hasil observasi merupakan teks yang berisi penjelasan tentang suatu objek berdasarkan hasil pengamatan atau observasi. Nah. Objek observasi tersebut perlu dijelaskan pengertiannya dengan menggunakan kalimat definisi.

Kalimat definisi adalah kalimat yang berisi penjelasan umum tentang objek yang diobservasi.

Tujuan dari kalimat definisi ini adalah memberikan penjelasan kepada pembaca agar tidak keliru memahami objek yang diobservasi.
Untuk mengidentifikasi kalimat definisi yang terdapat dalam teks laporan hasil obervasi, ada beberapa kata kunci yang perlu diingat, yaitu; "adalah", "merupakan", "ialah", "yaitu", dan "yakni".

Berikut contoh kalimat definisi; Laptop adalah sebuah perangkat elektronik yang menjalankan sebuah sistem operasi yang dapat membantu manusia modern dalam menyelesaikan pekerjaannya.

2. Menggunakan Kata Penghubung (Konjungsi)


Kaidah teks laporan hasil observasi berikutnya adalah penggunaan kata penghubung atau konjungsi.

Kata hubung ini berfungsi untuk menghubungkan antar klausa atau antar kalimat, bahkan antar paragraf. Tujuannya adalah agar susunan kalimat atau paragraf dalam teks menjadi padu.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjutnya.
• Konjungsi antar klausa
Konjungsi ini berfungsi untuk menghubungkan klausa menjadi satu kalimat. Artinya ada dua atau lebih klausa yang hendak dihubungkan menjadi satu kalimat dengan menggunakan konjungsi ini.

Berikut adalah jenis-jenis konjungsi antar klausa.
*Konjungsi koordiantif, berfungsi untuk menghubungkan klausa-klausa sederhana. Konjungsi koordinatif meliputi;
1. ..... dan ....
2. ...., tetapi ....
3. .... atau ....

*Konjungsi korelatif, berfungsi untuk menghubungkan klausa-klausa berstatus setara.
Konjungsi korelatif meliputi;
1. Baik .... maupun .....
2. Jangankan ....., ..... pun ......
3. Entah ..... entah ......

*Konjungsi subordinatif, berfungsi untuk menghubungkan klausa-klausa berstatus bertingkat.
Konjungsi subordinatif meliputi;
1. Andaikan ....
2. Jika .....
3. Sesudah ....
4. Agar ....
5. .... dengan ....
6. ..... bahwa ....
7. ..... seperti .....
8. ..... karena .....
9. ..... meskipun .....

• Konjungsi Antar Kalimat Konjungsi ini berfungsi untuk menghubungkan kalimat yang masih berkaitan atau berhubungan secara idenya.
Artinya fungsi dari konjungsi ini adalah membuat kalimat pertama dengan berikutnya dapat dipahami keterkaitannya.

Konjungsi antar kalimat meliputi;
1. Akibatnya .....
2. Sebaliknya ....
3. Kemudian .....
4. Sebenarnya ....
5. Bahkan ....
6. Akan tetapi ....
7. Biarpun begitu .....

3. Menggunakan Kalimat Simpleks dan Kompleks


Kaidah bahasa berikutnya dari teks laporan hasil observasi adalah penggunaan kalimat simpleks dan kompleks.
Apa itu kalimat simpleks dan kompleks?

Berikut adalah penjelasannya.
• Kalimat simpleks
Kalimat simpleks adalah kalimat yang terdiri dari satu struktur. Kalimat ini biasanya disebut dengan kalimat tunggal.
Contohnya; Andi makan roti di kantin sekolah. kalimat di atas terdiri dari satu struktur yang jika dijabarkan akan seperti berikut. Andi (Subjek) makan (Predikat) roti (Objek) di kantin sekolah (Keterangan Tempat).
• Kalimat kompleks
Kalimat kompleks adalah kebalikan dari kalimat simpleks.
Jika kalimat simpleks terdiri dari satu struktur saja, maka kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri lebih dari satu struktur.

Untuk mengidentifikasinya sangat mudah.
Caranya adalah dengan melihat apakah kalimat tersebut dapat dipisah menjadi beberapa kalimat atau tidak. Contoh: Andi makan roti dan pisang di kantin sekolah.
Kalimat di atas dapat di pisah menjadi dua kalimat yaitu:
1. Andi makan roti di kantin sekolah.
2. Andi makan pisang di kantin sekolah.

Berdasarkan contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri lain kalimat kompleks adalah adanya konjungsi. Dalam hal ini konjungsi berfungsi untuk menggabungkan dua struktur (klausa) menjadi satu kalimat utuh.

 4. Menggunakan Kata Dasar

Menurut ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan, kata dasar adalah kata yang belum mendapat imbuhan (awalan, akhiran, awalan-akhiran, atau sisipan) atau perulangan.

Contoh: menang, lari, tidur, kelompok, bapak, anak

5. Menggunakan Kata Kerja (Verba)


Verba (kata kerja) adalah kata yang menunjukkan suatu pekerjaan, perbuatan.
Contoh: “Menulis” Saya menulis sebuah puisi.

• Kata Kerja Material
Kata kerja material adalah kata kerja yang mengacu atau menunjukan tindakan fisik atau perbuatan yang dilakukan suatu benda/partisipan.
Contoh: “bergerak”, “tubrukan”, “mengunyah”, “membaca” Bola bergerak ke pinggir lapangan.
• Kata Kerja Mental
Kata kerja mental adalah kata kerja yang menunjukan respons stau sikap seseorang atas suatu perbuatan. (disebut juga kata kerja abstrak/tidak nampak)
Contoh: “memikirkan”, “menyadari”, “menghormati”, “khawatir”, “bersyukur”, “mengungkapkan”
• Kata Kerja Aksi
Kata kerja aksi adalah kata kerja aktif yang menunjukan bahwa suatu objek sedang melakukan suatu suatu aksi, perbuatan, tindakan, kegiatan.
Contoh: “memakan”, “menulis”

6. Menggunakan Kata Benda (Nomina)


 Kata benda atau nomina adalah kata yang mengacu atau menunjukan nama benda atau sesuatu yang dibendakan.
Dalam tata bahasa Indonesia, terdapat dua jenis nomina (kata benda) yaitu:
a. Nomina Konkrit
Nomina konkrit adalah nomina yang memiliki wujud. Contoh: saya, batu, kursi, pintu, bapak, Andi, rumah, papan
b. Nomina abstrak
Nomina abstrak adalah nomina yang tidak memiliki wujud. Contoh: gagasan, komentar, agama, suku, budaya, sosial, dll.

Ciri-ciri kata benda :
• Dapat diingkari dengan kata bukan. Contoh : bukan gula, bukan rumah, bukan mimpi, bukan pengetahuan.
• Dapat diikuti dengan gabungan kata yang + KS (kata sifat) atau yang sangat + KS Contoh : buku yang mahal, pengetahuan yang sangat penting, orang yang baik.


7. Menggunakan Kata Umum dan Kata Khusus 

Kata umum (hipernim) adalah kata yang memiliki cakupan makna yang lebih luas.
Kata khusus (hiponim) adalah kata yang ruang lingkup atau cakupan maknanya lebih sempit.
• Kata umum: Melihat
Kata khusus: menengok, menyaksikan, melirik, memandang, memelototi, mengamati, memperhatikan.
• Kata umum: Mendatangi
Kata khusus: Mampir, singgah, berkunjung.
• Kata umum: Membawa
Kata khusus: Menjinjing, mengendong, mengangkut, menyeret, membopong, memanggul.
• Kata umum: Hewan peliharaan
Kata khusus: Anjing, kucing, marmut, kucing, ikan • Kata umum: Menetap Kata khusus: Tinggal, menghuni, bersarang
• Kata umum: Sependapat
Kata khusus: Setuju, Sepakat  

Selasa, 09 Desember 2014

Keikhlasan Berbuah Kebaikan



Namanya Sudir, ia seorang anak yang rajin, baik hati, tidak sombong dan selalu ramah pada orang lain. Oleh karena itulah setiap orang di kampungnya sangat menyayanginya. Namun sayang kehidupannya sangat sederhana. Walaupun begitu ia tetap berbahagia.
Sudir tinggal di gubuk tua, disebuah desa yang cukup terpencil dan jauh dari kota. Setiap sore Sudir selalu menggembalakan kambing-kambingnya di padang rumput di sebelah utara desa. Ayahnya dengan susah payah selalu merawat kebun-kebun sayurnya di samping rumah, begitu juga ibunya selalu menanakkan nasi untuk makan mereka sehari-hari.
Suatu hari sepulang menggembalakan kambingnya, tiba-tiba kaki Sudir terantuk oleh suatu benda, segera diambilnya bungkusan itu, tanpa pikir panjang benda itu dirabanya,  barulah diketahuinya bahwa ia menemukan beberapa butir mata. Dengan bergetar dan rasa bahagia yang tiada tara, langsung saja dihitungnya mata-mata yang berada di tangannya. Ada lima butir mata.
Dua butir dipasangkannya pada kedua rongga matanya. Lalu ia berjalan pulang dengan bahagianya. Tapi tiba-tiba ia jadi termangu, dia baru menyadari kalau ia hanya memeiliki tiga butir mata lagi, sementara ayahnya memerlukan dua mata begitu juga ibunya. Ia akhirnya jadi bingung sendiri, kepada siapakah ia harus menyerahkan dua buah mata lagi, jika ia serahkan pada ibunya maka ayahnya hanya akan memiliki satu mata sementara tugas ayahnya sangat berat dalam mengurusi kebun-kebun sayurnya, sementara itu jika dua buah mata ia serahkan pada ayahnya, maka ia merasa tidak tega pada ibunya jika hanya memiliki satu mata saja. Jadilah Sudir semakin bingung sendiri.
Sesampainya dirumah dia langsung memangil ayah dan ibunya, lalu menyerahkan masing-masing satu buah mata pada ayah dan ibunya. Mulai sekarang keluarga itu sudah bisa melihat walau ayah dan ibu hanya punya masing-masing satu mata saja.
Sudir menjadi semakin bingung sendiri, kepada siapa harus diserahkannya satu mata lagi. Sementara jika satu mata lagi dibiarkanya tidak terpakai, hal itu akan mubazir. Karena sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, dibukanya satu matanya kemudian diserahkan satu pada ayahnya dan satu lagi pada ibunya. Demi ayah dan ibunya dia rela hanya memakai satu mata saja katanya dalam hati.
Satu minggu berlalu, semuanya berjalan seperti biasa, ayah bekerja di kebun, ibu mmemasak nasi di dapur dan Sudir menggembalakan kambingnya, tentu saja semuanya berjalan lebih mudah karena mereka sudah bisa melihat.
Oleh karena itulah timbul keinginan dalam diri Sudir untuk pergi merantau untuk mengubah nasib keluarganya, Sudir minta izin pada ibunya, awalnya permintaan Sudir itu tidak disetujui ibunya, namun Sudir sudah bertekad untuk melakukan niat dihatinya tersebut. Karena keinginan yang kuat itulah akhirnya ibunya menyetujui permintaan anak semata wayangnya.
Besoknya pagi-pagi sekali Sudir sudah berangkat meninggalkan rumah, dia merasa sedih sekali harus meninggakan kedua orang tuanya. Dia berjalan melewati hutan-hutan belantara, hal itu dilakukanya demi bisa menbahagiakan kedua orang tua yang sangat dicintainya.
Ketika melewati sebuah hutan, tiba-tiba Sudir dikejutkan oleh pekik Ayam hutan. Mendengar itu Sudir langsung saja mencari dimana letak sumber suara, ternyata suara itu tidak jauh dari tempat Sudir berdiri. Alangkah terkejutnya Sudir ketika melihat ayam tersebut sedang berada dalam cengkraman paruh burung elang. Melihat Sudir ada di situ, si ayam langsung minta tolong sama Sudir, “hai manusia tolong lepaskan cengkraman burung elang ini dari leherku,” kata Ayam dengan nada sedih.
Menyaksikan itu semua Sudir tidak sampai hati, dia tentu tidak bisa membiarkan mahkluk itu teraniaya. Karena Sudir merasa sesama makluk hidup itu harus tolong menolong. Sudir tidak bisa membiarkan ayam itu mati dimakan oleh elang tersebut.
Akhirnya tanpa pikir panjang Sudir langsung menolong si ayam dari cengkaraman burung elang sehingga si ayam bisa tebebas. Karena ketakutan, si ayam langsung pergi setelah mengucapkan terimakasih pada Sudir. Sekarang tinggallah berdua Sudir dan si elang yantg sedang kelaparanan.
“karena kau telah melepaskan dan membiarkan pergi makanan yang akan aku makan, maka aku meminta padamu untuk memberikan sekepal daging pahamu untuk peganjal perutku ini. Kau tentu tidak mau membiarkan aku mati kelaparankan? Ujar si elang sambil bertanya dengan nada sedih.
Akhirnya dengan penuh keikhlasan Sudir langsung menyayat daging pahanya untuk diberikan pada si elang. Setelah perutnya kenyang, si elang memberikan selembar daun pada si Sudir, “usapkanlah daun itu pada pahamu, agar darahnya berhenti dan luka itu segera sembuh.” Ujar si elang. Ternyata benar, luka Sudir sekejab menghilang tanpa bekas. “Untuk kau ketahui, daun yang kau pegang itu daun ajaib. Dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit.” Ujar si elang lagi. Kemudian Sudir pun mengusapkan daun itu pada satu lagi matanya yang tidak bisa melihat, mata itu pun akhirnya bisa sembuh dan dapat melihat dengan baik.
Setelah itu si elang langsung pergi dan Sudir pun segera melanjutkan perjalanannya. Sampailah ia di sebuah kerajaan, Sudir merasa sangat senang sekali karena telah lelah tinggal di hutan selama di perjalanan. Tapi Sudir tidak menduga bahwa kerajaan itu sekarang sedang dikutuk oleh seorang penyihir jahat. Di kerajaan itu orang-orang tidak bisa merasakan perbedaan siang dan malam, sepanjang hari kerajaan tersebut terus menerus gelap. Matahari tidak bisa muncul dari ufuk timur.
Sudir bigung apa yang harus dilakukanya untuk menyelamatkan kerajaan tersebut. Tiga hari setelah itu, Sudir mendengar sayembara dari raja. Barang siapa yang bisa memusnahkan kutukan penyihir tersebut maka akan diberi hadiah, sebagai hadiahnya yaitu putri raja yang cantik jelita.
Malamya saat Sudir sedang tidur, dia pun bermimpi bertemu lagi dengan ayam hutan yang pernah ditolongannya dulu, “Besok, pagi-pagi kau datang saja ke galanggang sayembara itu, aku akan berkokok di sana, mudah-mudahan kutukan penyihir itu bisa hilang” ujar si ayam.
Pagi-pagi Sudir pun datang ke galanggang, ayam pun menepati janjinya. Dia berkokok dengan kerasnya, dan tak lama setelah itu, matahari yang ditunggu-tunggu akhirnya mulai muncul dari ufuk timur. Sehingga semua penduduk desa kini bisa merasakan siang lagi.
Melihat itu Sudir sangat berterima kasih pada ayam yang pernah ditolongnya dulu, ternyata ayam itu adalah ayam jelmaan dewa. Sudir merasa sangat senang bisa berbuat baik pada semua warga di sana dan terlebih lagi Sudir bisa mendapatkan istri yang cantik Jelita, putri dari raja tersebut.
Karena raja sudah tua maka Sudir dinobatkan sebagai pengganti raja tersebut. Sudir pun segera menjemput kedua orang tuanya di desa dan mengajaknya tinggal bersamanya di istana. Akhirnya mereka semua hidup berbahagia. Keikhlasan yang dilakukan Sudir benar-benar berbuah kebaikan untuk dirinya dan untuk keluarganya.*** Mira Elfia

Berikan Pelayanan Prima Sesuai Kewenangan dan Kompetensi

Bidan adalah salah satu profesi yang mulia. Seorang bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Tugas dan tanggung jawab bidan pun tidak mudah karenanya bidan harus memiliki dedikasi tinggi, handal, dan profesional.
Itu pula yang dilakukan dan dirasakan Tiara Sally, Bidan Puskesmas Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.
Menurut Sally, begitu ia akrab disapa, membantu ibu-ibu hamil melakukan persalinan dan melihat kehadiran bayi mungil dari perut bundanya itu merupakan kepuasan tersendiri bagi seorang bidan.
Menjalani profesi sebagai bidan, bagi Sally sudah merupakan cita-citanya dari kecil. “Inspirasi itu mungkin datang dari papa yang juga berprofesi sebagai tenaga medis,” ujar anak dari pasangan Drg. H. Johnny Basri dan Hj. Suarni Murad, S.H. M.Pd.
Sally mengungkapkan, menyenangkan sekali menjadi seorang bidan karena bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat terutama ibu-ibu dan balita, serta kebahagiaan bisa berbagi ilmu dengan orang lain. “Salah satu peran bidan adalah mampu memberikan edukasi dan menyampaikan penyuluhan kepada masyarakat tentang kesehatan.” Ujarnya (16/6).
Di luar aktivitasnya sebagai seorang bidan, wanita yang selalu terlihat trendy ini adalah seorang ibu muda yang cukup telaten dan cekatan dalam mengasuh dan mendidik buah hatinya, berkah pernikahannya dengan Riswadi, S.E. “Bagi saya, anak dan keluarga adalah hal yang utama karena di tangan ibu-ibu seperti kitalah terletak masa depan dan pendidikan para generasi penerus bangsa.” ujar bidan yang telah mengaplikasikan pola pemberiaan ASI Eksklusif selama 0-6 bulan dan ASI 2 tahun untuk putra tercintanya.
Ke depan Sally berkeinginan, sebagai seorang bidan, dia akan memberikan pelayanan prima dan berkualitas kepada masyarakat, terutama ibu dan anak sesuai dengan kewenangan dan kompetensinya. “Yang penting selalu lakukan dan berikan yang terbaik.” ungkapnya sambil tersenyum ramah.
(*)Mira Elfia
Note. Profil ini dipublikasikan dalam Majalah Tabuik edisi 18 tahun 2014

Selasa, 25 November 2014

Kalau Yakin, Pasti Bisa


Oleh : Mira Elfia

Mencari sosok guru yang bisa dijadikan panutan dan sumber inspirasi itu tidak mudah. Namun, kali ini saya akan bercerita mengenai seorang guru yang bisa kita jadikan panutan dan inspirasi sehingga kedepan bisa menjadikan kita bisa berbuat lebih untuk kita dan untuk orang yang kita sayangi.

Kesan pertama yang dapat ditangkap dari figur guru ini, Dra. Elfi Junaida, M.Si., adalah sosok yang ramah, dan bersahaja. Guru yang kini dipercaya sebagai kepala sekolah SMA Negeri 3 Pariaman ini dikenal sebagai pribadi yang
Dra. Elfi Junaida, M.Si.
bersahabat dan mampu bersosialisasi dengan siapa saja.
Beliau pun mulai bercerita perihal berbagai prestasi yang pernah diraihnya, juara I guru berprestasi tingkat Kota Pariaman tahun 2006. Dengan prestasi ini pun, Bu Elfi kemudian diutus mewakili Kota Pariaman ke tingkat Sumatera Barat dalam ajang pemilihan yang sama dan berhasil menyabet juara II guru berprestasi tingkat provinsi masih di tahun 2006. Seperti yang diungkapkannya, Bu Elfi tidak pernah menyangka akan didaulat menjadi juara II guru berprestasi tingkat provinsi, sebab beliau harus bersaing dengan puluhan guru-guru hebat wakil kabupaten kota seluruh Sumatera Barat.
Beliau pun dituntut untuk membuat sebuah penelitian tindakan kelas dan mempresentasikan di depan dewan juri. Penilaian dewan juri tidak sampai di situ saja, seperti yang disampaikan Bu Elfi, beliau juga diminta membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang kemudian juga dipraktikan di depan juri, sementara itu teman-teman peserta lainya didakwa sebagai siswa pura-pura. “Banyak dari guru-guru lain yang lebih hebat dan memiliki prestasi lebih dari saya!” Ujar Bu Elfi merendah. Namun penyajian dalam hal RPP-lah yang mengungguli beliau. Di situ Bu Elfi mampu menyajikan RPP dengan lebih menarik, menggunakan bahasa Inggris dengan media infocus untuk mengajarkan pelajaran Kimia yang dibidanginya. Lucunya, seperti yang disampaikan Bu Elfi, awalnya juri-juri menyangka beliau mengajar Bahasa Inggris, namun setelah dilihat-lihat lagi ternyata materi RPP yang disajikan adalah pelajaran kimia. “Mungkin disana letak keunggulan saya.” Ujar  Bu Elfi yang mampu mencapai angka 513 pada tes Toefl yang diadakan Balai Bahasa Padang.
Mengenai kegiatan lainnya di dunia pendidikan, guru yang sudah mengabdikan diri selama 23 tahun mengajar di SMA Negeri 1 Pariaman ini, tercatat pernah mewakili Sumatera Barat juga untuk magang ke Negara Australia dalam program pertukaran guru MIPA selama tiga minggu ke sebuah sekolah yang bernama Morley Senior High School. Bu Elfi mengujarkan, yang paling menarik dilihatnya di sana adalah budaya antre siswa di sekolah ketika istirahat. Mereka tidak pernah saling berebutan makanan di kantin sekolah, dengan tertib tiba-tiba sudah membentuk barisan panjang untuk mengambil dan membeli makanan. Selain itu, ada satu peristiwa yang mengelitik Bu elfi, saat seorang anak usia sekolah dasar memungut sampah dan menghantarkan sampah tersebut kepada seorang dewasa yang telah membuangnya sembarangan sambil mengatakan Sir, sorry... this is your rubbish! (Pak, maaf… ini sampah Anda!) “ Wah.. kalau disini mungkin anak itu sudah dijitak karena berani mencikaroi orang dewasa.” Ujar Bu Elfi sambil tertawa.
Lebih lanjut Bu Elfi menjelaskan bahwa kunci dari segala yang diraihnya sekarang sebagai seorang guru adalah keyakinan dan kerja cerdas. “Kalau kita yakin, pasti bisa.” Ujarnya bersemangat. Bu Elfi juga menegaskan tugas dan fungsi guru kian hari semakin bertambah berat. Guru harus mampu menjadi figur dan contoh teladan yang baik di tengah-tengah minimnya didikan kharakter dan banyaknya perbuatan yang tidak mencerminkan prilaku terdidik.
Guru yang menamatkan pendidikan S2-nya di Universitas Andalas ini juga menuturkan, pendidikan hendaknya dimulai sedini mungkin dari lingkungan keluarga dan berlanjut hingga lingkungan sekolah. Salah satunya, mengenai kedisiplinan yang harus mencakup semua sektor dan harus didukung oleh seluruh masyarakat, dengan begitu perwujudan sikap disiplin dalam pendidikan akan dapat dirasakan bersama-sama. “Contoh kecil saja, tidak akan ada lagi anak-anak yang tidak disiplin berada di luar lingkungan sekolah di saat jam pembelajaran berlangsung jika masyarakat pun telah ikut andil dalam menegakan kedisiplinan tersebut.” Ujar Bu Elfi.*** Mira Elfia