Kamis, 16 Juni 2011
untuk indonesia: KEBIASAAN BURUK PENYIAR RADIO
untuk indonesia: KEBIASAAN BURUK PENYIAR RADIO: "31. Kebalikan dengan nomor 30, paling ann"
Kamis, 17 Maret 2011
Rabu, 16 Maret 2011
Minggu, 20 Februari 2011
Blog hamba: Jangan main-main friends!
Blog hamba: Jangan main-main friends!: "Pernah ga’ sih kamu menjalin sebuah hubungan pacaran yang niat awalnya hanya untuk main-main atau ber..."
Jangan main-main friends!
Pernah ga’ sih kamu menjalin sebuah hubungan pacaran yang niat awalnya hanya untuk main-main atau bermodalkan coba-coba saja? Kalau pernah jangan lagi dech. Bagi yang sudah pernah melakukannya tentu telah merasakan bagaimana dampak fositif maupun negatifnya. Tapi menurut saya lebih banyak dampak negatifnya deh. Iya khan?
Bagi kamu yang sedang menjalani hubungan seperti ini, yang niat awal pacarannya hanya untuk jaga gengsi kamu aja, atau karena ditantang oleh seorang teman, atau juga karena kamu malu sama teman-teman soalnya diantara mereka hanya kamu sendiri yang belum punya pacar!
Ternyata, kalau memang ini yang kamu rasakan, lebih baik sekarang mulai intropeksi deh. Jika kamu sudah terlanjur melakukan ini, selami hatimu dan gunakan logika apa yang sudah kamu lakukan ini terbaik untuk kamu, atau apakah dengan tindakan kamu ini nantinya tidak akan menyakiti diri kamu dan korban kamu itu, terlalu sadis ya bahasanya..he.. (maksudnya orang yang jadi pacar kamu, red).
Jangan sampai kita menyesal dengan apa yang sudah kita rasakan dan lakukan. Karena kamu tidak serius, setiap kamu pacaran hanya bartahan seumur jagung saja, karena gengsi lagi, lalu kamu cari pacar lagi. Kalau ini sering terjadi imeg kamu di depan teman-teman kamu akan jelek. Kamu akan dicap sebagai seorang playgirl yang sering gonta-ganti cowok (ga’ maukan dibilang seperti itu?).
Pacaran yang awalnya hanya untuk main-main, ternyata setelah putus barulah kita merasakan kalau kita itu sayang. Uniknya kita baru menyadari kalau kita putus itu atas kesalahan kita yang tidak serius menjalani hubungan itu. Sama halnya jika kita tidak serius mencintai sesuatu maka dikala dia tidak kita miliki lagi, maka kita akan merasa sangat kehilangan. Kita akan membutuhkan setelah kita kehilangannya.
Begitu juga dalam berpacaran, jika kita tidak benar-benar sayang sama dia dan kita tidak yakin dia terbaik untuk kita. Maka jangan coba-coba untuk menerima dia menjadi pacar kita. Apalagi kalau dia bukan tipe yang kita inginkan. Pepatah Jawa ada mengatakan “Cinta bisa datang karena sering bertemu”. Disaat cinta itu datang, kita tidak menyadari bahwa dia telah berada dihati kita. Kita tetap tidak serius menjalani hubungan itu. Kemudian setelah semuanya berakhir karena pasangan kita telah bosan dan muak dengan sikap kita, barulah kita tahu kalau kita telah benar-banar sayang sama dia.
Kita menjadi cinta karena sering bertemu, Inilah mungkin yang tidak kita sadari. Lama-kelamaan tumbuh rasa membutuhkan kita terhadap dirinya dan saat dia pergi maka kita akan kehilangannya.
Untuk itu, mulai sekarang cobalah untuk serius dan tidak main-main dalam berhubungan. Pahami kelebihan dan kekurangannya, bahkan cobalah untuk mencintai kekurangan pasangan kita itu, yakinlah bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
Ingat…! Kesempurnaan adalah sesuatu yang dicintai, namun mencintai sesuatu yang tidak sempurna akan lebih mulia jika kesempurnaan cinta mampu membuatnya menjadi sempurna. Key. Good Luck…
So… Jangan pernah main-main…..
By Mira Elfia
Senin, 14 Februari 2011
BINTANG ITU
Sekarang aku akan bercerita kepadamu tentang kisah cinta Bintang terhadap Bulan.
Suatu hari sebuah Bintang bicara pada Bulan “Aku tidak ingin lagi menemanimu mulai malam ini dan seterusnya.” Katanya.
“Kenapa?” tanya Bulan, “Padahal aku menyukaimu, aku nyaman bila kau ada di sampingku, aku senang pada malam-malam dimana kau ada dan menemaniku hingga fajar menjelang.”
Tetapi Bintang itu hanya tersenyum, meredup dan bersembunyi di balik mega. Justru karena Bulan menyukainya, Bintang itu menghilang.
Cinta memang aneh, bukankah seharusnya ia mempersatukan? Bintang itu mencintai Bulan. Tetapi Bulan tidak mencintainya, ia hanya ‘menyukainya’. Siapa pula yang membeda-bedakan cinta dengan suka?
Kenapa Bulan tidak membencinya saja, malah menyukainya sehingga Bintang menjadi tidak punya alasan untuk tidak menemaninya pada malam-malam harinya.
Bintang yang sinarnya paling terang adalah bintang yang berwarna biru.
Bintang yang sedang kuceritakan ini hanyalah sebuah bintang kecil yang bewarna merah. Karena itu ia tidak pernah dapat mengumpulkan keberanian untuk berkata pada Bulan “Aku mencintaimu!” atau “Aku menginginkanmu!”.
Bulan sendiri tidak pernah menganggap Bintang sebagai lebih dari sahabat baik, teman dekat yag selalu menemaninya setiap malam, dan sesungguhnya Bintang pun mengetahui itu.
“Aku mencintai Matahari” kata Bulan. “Ia dapat membuatku bersinar indah di waktu malam. Ia membuatku selalu ditunggu para pecinta malam. Ia membuatku selalu dinanti para pujangga yang ingin menulis bait puisi hanya dengan melihatku.” Ujar Bulan menjelaskan.
Bintang tak pernah habis berpikir kenapa Bulan mencintai Matahari, Bulan jarang bahkan hampir tak pernah bertemu dengan Matahari, dan ketika bertemu pun Bulan akan kehilangan sinarnya, yaitu saat terjadi gerhana bulan.
Mungkin Matahari malah mencintai Bumi. Aku tidak tahu karena aku tidak pernah berbincang-bincang dengan Matahari bahkan aku tidak pernah bertemu dengannya. Tapi sejujurnya aku tidak terlalu mempedulikan ini.
Bintang merasa tidak mendapat keadilan. Kenapa Bulan mencintai Matahari yang mungkin tidak pernah memikirkan Bulan, dan bukan mencintai Bintang yang jelas-jelas mencintainya dengan sepenuh hati? Bintang juga merasa tak berdaya, kerana walaupun ia ingin memberikan seluruh sinarnya kepada Bulan agar selalu bercahaya kemilau, Bintang tak dapat melakukanya karena memang dia tak tahu caranya dan jarak diantara mereka sangat jauh.
Matahari sebenarnya juga Bintang, bintang merah yang sama seperti dirinya. Karena letaknya lah Matahari dapat terlihat lebih terang dari pada Bintang.
Tapi Bintang bukanlah Matahari, karena itu Bulan tidak mencintai Bintang.
Cinta memang aneh. Karena itu sekali lagi Bintang berkata pada semua teman-temannya “Aku tidak ingin lagi menemani Bulan mulai malam ini!”.
Tapi ternyata pada malam-malam berikutnya, Bintang masih dengan setia menemaninya, meski terkadang Bulan tidak menyadarinya.
Dan sekarang aku akan memberi tahu, bahwa BINTANG ITU ADALAH AKU.
Kamar Koe, 16 Des 2009. By Fhiya
dari berbagai sumber
Langganan:
Postingan (Atom)